Sunday, February 10, 2013

dasar-dasar jaringan komputer



Sejak pertama diciptakannya, komputer terus mengalami perkembangan baik dari segi perangkat kerasnya (hardware) maupun dari segi perangkat lunaknya (software). Komputer terus dikembangkan salah satunya dengan cara membuat jaringan komputer agar bisa terhubung satu sama lain.

Jaringan komputer merupakan suatu rangkaian sistem yang bertujuan menghubungkan komputer-komputer agar dapat saling berinteraksi seperti berkomunikasi, berbagi file, mengontrol, atau mengatur suatu komputer dengan media jaringan tersebut. Setiap komputer yang terhubung dalam jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta atau menerima layanan disebut Client sedang pihak yang mengirim atau memberikan layanan disebut Server. Sistem ini disebut sebagai Client-Server dan banyak digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer saat ini.

Untuk dapat membuat jaringan komputer dan menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya, dibutuhkan kartu jaringan (Network Interface Card atau NIC). Kartu jaringan ini disebut juga Network Adapter merupakan media penghubung berupa hardware yang digunakan untuk menghubungkan antar perangkat jaringan (contoh: PC dengan PC). Dibawah ini adalah contoh NIC jenis UTP.



Kartu jaringan satu dengan yang lain dihubungkan melalui kabel atau nirkabel sebagai medium transmit data dalam jaringan komputer sederhana. Jika ingin membuat jringan yang lebih luas dibutuhkan perangkat pendukung lainnya sepeti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.

Pada sejarahnya, konsep jaringan komputer pertama kali diciptakan sekelompok mahasiswa di Universitas Harvard, Amerika Serikat pada tahun 1940-an. Mahasiswa tersebut membuat grup riset yang dipimpin oleh Prof. Howard Aiken dengan tujuan mengembangkan komputer Model I.

Dan pada tahun 1950-an seiring dengan perkembangan perangkat komputer sehingga terciptalah super komputer. Dan konsep jaringan komputer pun menglami perkembangan maka di ciptakanlah konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan TSS (Time Sharing System). Dan untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.

Lalu pada tahun 1996, Departemen Pertahanan Amerika Serikat, DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) mengadakan sebuah riset penelitian dengan menghubungkan beberapa komputer untuk membentuk jaringan organik. Riset ini di kenal dengan nama ARPANET. Hasil dari riset ini pun melahirkan sebuah sistem TCP/IP yang menjadi awal mula atau cikal bakal terbentuknya jaringan Internet.

Jaringan komputer terus mengalami perkembangan dari jaringan lokal hingga menjangkau jaringan yang lebih luas lagi bahkan seluruh dunia. Berikut dibawah ini adalah hasil dari pengembangan jangkauan jaringan komputer sehingga terbagi menjadi beberapa bagian.

1. LAN (Local Area Network)
Jaringan ini hanya mencakup wilayah yang sangat kecil, seperti di dalam ruangan, sekolah, gedung atau kantor. 

2. MAN (Metropolitan Area Network)
Merupakan suatu jaringan yang menghubungkan jaringan misalnya antar sekolah, perkantoran, pemerintahan atau yang lainnya. Jaringan ini hanya menjangkau satu kota antara 10 km hingga 50 km.

3. WAN (Wide Area Network)
Adalah jaringan komputer yang mencakup daerah yang labih luas lagi yang menghubungkan jaringan komputer antar wilayah, antar kota, bahkan antar negara.

4. Internet (interconnection-networking)
Saat ini jaringan komputer bisa saling terhubung secara global yang disebut dengan jaringan Internet. Jaringan ini dapat menghubungkan seluruh jaringan komputer di seluruh dunia dengan menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran penggunanya.

Demikianlah penjelasan saya mengenai jaringan komputer. Semoga yang apa saya sampaikan dapat menambah pemahaman kita mengenai jaringan komputer terutama internet, karena masih banyak orang yang masih memiliki pemahaman yang kecil mengenai internet. Padahal dengan internet, kita bisa saling terhubung dan berkomunikasi dengan orang lain di manapun mereka berada karena itu merupakan hasil perkembangan teknologi untuk memudahkan kita dalam berinteraksi yang seharusnya kita manfaatkan dengan sebaik mungkin.





Monday, February 4, 2013

Langkah-langkah instalasi windows 7



1. Di Bios booting setting untuk DVD.
2. Sekarang masukan DVD windows 7.
3. Tekan tombol apa saja ketika ada tulisan: boot from cd or dvd
4. Anda akan temui gambar berikut ini:
5. Maka pilih Indonesian sebagai bahasa (Language), time, currency and location.
6. Sekarang tekan tombol Install Now.
7. Kemudian saatnya menunggu, hingga proses dilangkah 6 selesai.
8. Lalu klik pada I accept the license terms, berupa persetujuan anda untuk menggunakan Windows 7 dstnya. Lalu Next.
9. Pilih custom (Advanced) karena ini merupakan instalasi bersih (clean install), kemudian pilih di drive mana Windows 7 harus di install.

10. Sekarang kamu bisa lakukan partisi (pembagian) hard disk menjadi beberapa drive, semisal drive C untuk Windows 7, dan drive D sebagai lemari untuk menyimpan data juga sebagai backup. Namun kamu bisa lewati langkah tersebut dengan klik Next, sehingga pembagian partisi bisa belakangan alias setelah Windows 7 terinstal.

11. Tunggu hingga selesai.




12. Windows akan melakukan restart otomatis.
13. Kamu akan temui gambar berikut setelah proses restart selesai dan komputer kamu kembali beroperasi.
14. Tunggu lagi! Hingga proses setup is starting services selesai, jangan khawatir cuma sebentar kok.

15. Sekarang Instalasi otomatis.

16. Disini kamu bisa masukan nama User juga nama komputer, terserah mau nama-nama apa.
17. Jika kamu ingin memberi kata-sandi (password), maka ketik password 2 x sebagai verifikasi atau jika tidak ingin, maka kosongkan saja.
18. Sekarang tulis atau masukan product key serial number windows 7 milikmu disini.
19. Untuk keamanan maka pilih level proteksi.
20. Atur zona waktu anda inginkan untuk Indonesia +7 GMT.
21. Mantab bro, anda telah berhasil instal Windows 7 di komputer anda.

Sekarang anda bisa menikmati kehebatan si Seven ini dan bisa optimalkan produktivitas anda berkerja. Sekali lagi selamat!

Thursday, January 10, 2013

Menyiapkan perbaikan periferal

Sebelum melakukan perbaikan periferal, maka perlu disusun langkah-langkah persiapan perbaikan, yaitu sebagai berikut:

A. Mempersiapkan alat-alat bantu yang digunakan untuk perbaikan,
B. Mendiagnosa kerusakan-kerusakan yang terjadi,
C. Menemukan bagaimana cara melakukan perbaiakan periferal tersebut,
D. Melakukan perbaikan periferal.

Untuk melakukan perbaikan periferal, maka dibutuhkan beberapa alat bantu atau tools-kit, yaitu sebagai berikut:

A. Obeng
B. Tang
C. Kuas
D. Kain Kering atau Tisu dan Cairan Pembersih
E. Penyedot Debu Mini / Vacum Cleaner.

Kegunaan dari masing-masing alat bantu perbaikan periferal yang sudah disebutkan diatas, memiliki kegunaan masing-masing diantaranya adalah sebagai berikut:

A. Obeng
Obeng merupakan alat yang paling penting dalam melakukan perbaikan periferal. Obeng sangat berguna sekali untuk membongkar dan memasang periferal untuk selanjutkan akan dilakukan perbaikan. Obeng ada bermacam-macam bentuk, mulai dari obeng (+), obeng (-), serta obeng bintang/kembang. Untuk melakukan perbaikan perifera, maka perlu dipersiapkan obeng dari berbagai ukuran.

B. Tang
Tang adalah alat yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan periferal, digunakan tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil.

C. Kuas
Kuas digunakan untuk membersihkan komponen periferal dari debu dan kotoran-kotoran yang menyebabkan kerusakan. Karena masalah kotoran seringkali menjadi penyebab periferal tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.

D. Penyedot Debu Mini
Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan kuas, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada periferal. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam, dimaksudkan untuk disesuakikan luat sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan unutk memberikan kotoran keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada fan.

E. Kain Kering atau Tisu dan Cairan Pembersih

Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran yang mungkin sangat sulit untuk dibersihkan dengan memakai kuas atau vacum cleaner. Kotoran atau debu yang sangat tebal dapat menghambat kinerja periferal. Tisu juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih dapat digunakan untuk membersihkan layar monitor, casing, body monitor, dan body printer.

Melakukan Perbaikan Periferal


Dalam hal ini peralatan periferal yang akan diperbaiki terdiri dari Monitor, Keyboard, Mouse, dan Fan. Untuk mengetahui apa saja permasalahan yang sering terjadi pada peralatan Periferal ini, maka berikut adalah penjelasannya:

A. Keyboard
Ada beberapa kerusakan yang kemungkinan terjadi pada keyboard yaitu:

a. Keyboard tidak terdeteksi oleh PC
b. Tombol Keyboard sering macet untuk ditekan, atau tombol keyboard tertekan terus.

Langkah-langkah perbaikan pada keyboard dapat dilakukan dengan cara-cara seperti penjelasan berikut ini:

a. Keyboard tidak terdeteksi oleh PC
Jika terjadi halseperti tersebut diatas, yang perlu dilakukan adalah:
  • Matikan kembali komputer dan cek apakah kabel keyboard telah tertancap dengan benar ke CPU
  • Jika perlu lepas dan tancapkan kembali kabel keyboard tersebut untuk meyakinkan bahwa koneksi sudah tepat
  • Jika komputer dihidupkan kembali, dan pesan kesalahan masih muncul, kemungkinan pertama adalah keyboardnya yang rusak
  • Coba dengan keyboard yang lain untuk memastikan bahwa keyboardnya yang rusak
  • Jika dengan menganti keyboard pesan kesalahan masih tetap muncul, berarti bukan keyboard yang rusak, tetapi bisa saja port keyboard di motherboard yang rusak.
b. Tombol keyboard sering macet untuk ditekan, atau tombol keyboard terut tertekan
Hal ini mungkin disebabkan oleh debu yang sudah menumpuk di sela-sela tombol keyboard sehingga menyebabkan keyboard macet. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan pembersihan pada keyboard. Keyboard dapat dibersihkan dengan menyedot atau menyemprotnya dengan vacuum cleaner atau dapat memakai kuas. Dan juga dapat dibersihkan dengan menggunakan kain lap yang dibasahi dengan cairan pembersih atau alkohol. Ingat bahwa proses pembersihan harus dilakukan pada saat komputer mati dan keyboard dilepas dari portnya.

B. Mouse

Ada beberapa kerusakan yang sering terjadi pada mouse, yaitu:

a. Mouse tidak terdeteksi oleh PC
b.Pointer mouse sering meloncat-loncat

Untuk memperbaiki mouse yang tidak terdetiksi dan juga pointer mouse sering loncat-loncat, maka dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

a. Mouce tidak terdeteksi oleh PC
Untuk melakukan perbaikan prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut:

- Matikan komputer. Cek apakah kabel mouse telah terpasang dengan benar. Jika perlu lepas dan pasangkan kembali mouse tersebut untuk meyakinkan koneksinya. Pada saat melepas dan memasang mouse, pastikan komputer dalam keadaan mati agar tidak terjadi konsleting.
Setelah itu hidupkan kembali komputer.

- Apabila pesan kesalahan masih muncul, kemungkinan rusaknya driver yang menghubungkan sistem dengan mouse. Untuk itu perlu melakukan pendeteksian ulang driver secara atomatis dengan windows melalui device manager. Langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Klik kanan My Computer pada desktop Windows
  • Pilih Properties>>Hardware>>Device Manager
  • Klik Mouse tersebut dengan menggunakan keyboard dengan bantuan tombol Tab.
  • Hapus drive mouse yang lama dengan menggunakan tombol Remove
  • Setelah itu restart ulang komputer
- Jika sambungan dan driver mouse sudah benar tetapi ternyata mouse tidak terdeteksi oleh Windows, maka ada kemungkinan mouse rusak. Atau kemudian coba dengan mouse lain apakah terjadi hal yang sama. Apabila masih tetap seperti itu, berarti port PS/2 PC nya sudah rusak.

b. Pointer mouse sering meloncat-loncat

Langkah memperbaikinya adalah sebagai berikut:
  • Buka penutup bola mouse dibagian bawah dengan memutarnya 900 derajat
  • Keluarkan bolanya dan bersihkan dengan air hangat atau alkohol serta sikat dengan kuas, lalu keringkan
  • Pada bagian dalam mouse dapat diamati adanya tiga buah roda. Dua lebar dan satu yang kecil. Kotoran yang menempel pada komponen tersebut perlu dibersihkan. Demikian juga dengan kotoran yang menempel pada gerigi dan bantalan bola. Lakukan pembersihan dengan hati-hati sehingga tidak merusak komponen-komponen didalamnya.
C. Fan

Beberapa masalah yang sering terjadi pada Fan, diantaranya adalah:

a. Fan pendingin mati
b. Bunyi Fan yang berisik

Langkah-langkah memperbaiki kedua masalah Fan diatas, dapat diatasi dengan cara sebagai berikut:

a. Fan pendingin mati
langkah-langkah perbaikannya adalah:Memeriksafan yang terdapat dalam casing komputer apakah kabel power sudah terpasang dengan baik
  • Bersihkan kotoran-kotoran yang ada didalamnya
  • Lepas penutup poros fan, serta diberi sedikit pelumas supaya gerakan fan tidak ada hambatan
  • Jika sambungan kabel power sudah benar dan fan sudah bersih dari kotoran tetapi masih tetap mati, maka kemungkinan besar fan sudah rusak
b. Bunyi fan yang berisik
Untuk mengetahui dari mana asalnya suara fan tersebut, langkah yang diambil adalah sebagai berikut:
  • Matikan komputer dan buka casing komputer lalu hidupkan komputer dalam keadaan casing terbuka
  • Cek apakah mungkin ada kabel yang menyangkut pada fan
  • Jika ada kabel yang menyangkut pada fan, rapikanlah agar tidak mengenai fan.
D. Monitor
Kerusakan yang sering terjadi pada monitor adalah:

a. Monitor tidak mau menyala
b. Monitormenjadi gelap saatloading windows
c. Ukuran tampilan tidak sesuai dengan keinginan
d. Tampilan pada monitor tampak buram

Untuk memperbaikan permasalahan yang terjadi pada monitor ini, maka langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasinya adalah sebagai berikut:

a. monitor tidak mau menyala

Jika masalahnya monitor tidak menyala, maka prosedur yang dilakukan adalah:
  • Pastikan bahwa tombol power dalam keadaan ON.
  • Jikalampu indikator tidak menyala, lihat kabel power baik pada monitor maupun yang ke arah autlet listrik.Pastikan bahwa pemasangan sudah benar.
  • Apabila tetap tidak menyala, gantilah dengan kabel power lain.
  • Jika lampu indikator pada monitor hidup dan berwarna orange atau berkedip-kedip, cek kabel video yang menghubungkan monitor dengan CPU apakah sudah terpasang dengan baik dan benar. Pastikan sudah terpasang dengan benar.
  • Apabila dengan pengecekan diatas masalah ini tetap tidak teratasi berarti ada probel pada sinya video board adapter CRT.
b. Monitor menjadi gelap saat loading windows

untuk mengatasi permasalah ini, maka perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan sebagai berikut:
  • Lakukan booting windows dalam keadaan safe mode dengan cara menekan F8 saat komputer sedang loading windows
  • Lakukan instalasi ulang driver VGA Card. Setelah itu pilih jenis monitor yang cocok yang akan menentukan frekuensi maksimal yang akan ditampilkan oleh windows
  • c. Ukuran tampilan tidak sesuai dengan keinginan
  • Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:
  • Lakukan klik kanan di sembarang tempat di desktop, kemudian akan muncul beberapa menu, dan pilihlah Properties, maka akan muncul kotak dialog
  • Kemudian pilihlah tab Settings, dan ubahlah resolusi sesuai dengan keingan dengan memperbesar ataupun memperkecil nilai yang ada di kotak Screen Anda, kemudian klik OK.
  • d. Tampilan pada monitor tampak buram.
  • Permasalahan ini sering terjadi pada monitor yang berusia lebih dari tiga tahun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, karena berhubungan komponen-komponen elektronika didalam monitor maka akan lebih baik jika harus berkonsultasi langsung dengan ahlinya. Untuk itu perlakukan analisa sebab musabab dari permasalahan tersebut.
Pemeriksaan Periferal

Pemerikasaan dimaksudkan untuk mengetahui apakah perbaikan sudah berhasil atau belum. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pengecekan kabel, pengetesan catak printer, dan pengecekan pada Device Manager pada komputer. Pengecekan pada device Device Manager dalakukan dengan klik kanan My Computer>>Properties>>Hardware>>Device Manager. Pada kotak dialog tersebut terdapat semua hardware yang terpasang pada komputer. Apabila hardware tersebut sudah terinstal dan terpasang dengan benar, maka tidak akan muncul tanda "!" pada harware tersebut. Apabila ada kegagalan dalam pemasangan atau penginstalan, akan terdapat tanda "!" pada hardware tersebut.